Sigh
Cinta,
malamku basah oleh embunmu
melingkup segenap ruang waktu
dalam arus riam darah mengalir
gelap begitu cantik dalam kerapuhannya
sempurna tandai kisi-kisi bingkai
tak ada lagi udara tersisa untukku
bernafas dalam terjangan hasrat
peluk birahimu
Cinta,
malamku panas oleh nafasmu
berdesir lagi kesenyapan
mendongak dalam pejam desah
inilah waktuwaktu yang kurindukan
terhalau kenang belantara surga
Cinta,
malamku hanyut dalam jilat setubuhmu
lebur dalam geliat yang kau banjirkan dialtarku
inilah aku...
tulus dan penuh
mengeja karib wajahmu meniti gumpal imaji di awang-awang
meninggalkan segala nyata yang kecewa dibawah dunia
tidurlah sayang dalam perawanku dan biarkan aku utuh
membalut diri dengan sperma kekasih yang tumpah...
atas namaku