<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/7178237?origin\x3dhttp://yumenonaka.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
Monday, January 31, 2005
untuk catatan harian
Untuk catatan harian


Masih kugenggam getar rumput yang menghindar dari perangkap cuaca. namamu yang mengabur dalam dinding kamar, melepaskan lembar demi lembar kalender--abadabad tua yang berjatuhan. aku mencatatnya dalam kuntum bunga yang mekar dalam vas. usia yang lengkap, terkemas dalam jerit luka, dan mengabur dalam pintu kamar yang menganga. kucatat daundaun gugur, mencecerkan perangkap usia. kucatat permainan cuaca dalam detikdetik jam gugur ke lantai, dan vas yang memekarkan batu-batu.

--Dorothea Rosa Herliany, 1987

Wednesday, January 26, 2005
Setetes remah senyum lolos diantara tangisku yang manusia. Akui nyata senyap tawa kerikil jalanan itu masih akan bergema seribu tahun lagi, saat jasadku lebur dalam selisip bumi. Kebesaranku yang sebutir debu... (kutipan dari Fragil, earlier posts by Adeline)

Kepingkeping kenang tertata rapih dalam sanubari.
Berbalut tawa bayi dan bintang-bintang hangat malamku yang terbengkalai.
Bila kudiam sejenak, narasi chandika hampir terdengar.
Menyanyikan senandung senyap masa laluku...
masa kiniku..
masa depanku...
dalam dekapan bunga.

Inspiration- is a treasure chest. Buried at the bottom of your soul.

A wise man hears one word, and understand two. -Jewish proverb

do you love me because I'm beatiful?..
Or am I beautiful because you love me?

Friday, January 21, 2005
Kutidurkan dia diantara dua susuku.
Bertubi-tubi detik papas di hadapan mata terasa sayang untuk tidak diabadikan
Napasnya ranum meski deru berdetik waktu yang lebih deras dari degub kecilku
Ada rindu yang memabukan dalam tiap helai rambutnya yang mengandung cerita kerajaan seribu raja-raja dunia yang tumbang
Ketika senyap menghembuskan alunan nada mutiara terjadinya kita.
Kekasih di suatu waktu menyusuri tebasan jalan rimba yang tak lagi perawan
Tetap mengerti bagaimana waktu menggerus simpul demi simpul kilau temu
di tiap sulaman napasnya yang genap

leave a tag
talk to me

Tagboard;will be added soon.

when i'm asleep
walk the streets alone

Kutemukan sekeping cahaya dalam setiap sel darah manusia yang hidup. Sekeping cahaya yang tak dapat dimengerti, hanya dinikmati.


neighbours
meet others

Link


encores
reverse fast forward

October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
April 2005
May 2005
June 2005
July 2005
August 2005
September 2005
October 2005
December 2005
April 2006
May 2006
July 2006
March 2007

credits etc.