Untuk catatan harianMasih kugenggam getar rumput yang menghindar dari perangkap cuaca. namamu yang mengabur dalam dinding kamar, melepaskan lembar demi lembar kalender--abadabad tua yang berjatuhan. aku mencatatnya dalam kuntum bunga yang mekar dalam vas. usia yang lengkap, terkemas dalam jerit luka, dan mengabur dalam pintu kamar yang menganga. kucatat daundaun gugur, mencecerkan perangkap usia. kucatat permainan cuaca dalam detikdetik jam gugur ke lantai, dan vas yang memekarkan batu-batu.
--Dorothea Rosa Herliany, 1987
Setetes remah senyum lolos diantara tangisku yang manusia. Akui nyata senyap tawa kerikil jalanan itu masih akan bergema seribu tahun lagi, saat jasadku lebur dalam selisip bumi. Kebesaranku yang sebutir debu... (kutipan dari
Fragil, earlier posts by Adeline)
Inspiration- is a treasure chest. Buried at the bottom of your soul.
A wise man hears one word, and understand two. -Jewish proverb
do you love me because I'm beatiful?..
Or am I beautiful because you love me?
Kutidurkan dia diantara dua susuku.
Bertubi-tubi detik papas di hadapan mata terasa sayang untuk tidak diabadikan
Napasnya ranum meski deru berdetik waktu yang lebih deras dari degub kecilku
Ada rindu yang memabukan dalam tiap helai rambutnya yang mengandung cerita kerajaan seribu raja-raja dunia yang tumbang
Ketika senyap menghembuskan alunan nada mutiara terjadinya kita.
Kekasih di suatu waktu menyusuri tebasan jalan rimba yang tak lagi perawan
Tetap mengerti bagaimana waktu menggerus simpul demi simpul kilau temu
di tiap sulaman napasnya yang genap