If you work with your hands, you're a labour. If you work with your hands and minds, you're a craftsman. If you work with your hands, mind, heart and soul... you're an artist.
- quitation from "America!"
Broken Promises Kept
Kau pikir samudra di dadamu yang sanggup memeluk semua. Sekalipun samudra berbalik tak akan habis terteguk tuntas oleh gerowong timpang terlubangi cair sedihmu setelah itu.
Meski logika berusaha melindungi kerongkonganmu tercekat icipicip kecewa,tetap saja kau terima.
Ada apa dengamu?
Keledai pun tidak lebih bodoh daripada itu.
"Biar.. biar kukecup tiap baris alfabet dari lekuk tubuhnya.. biar kutenggelam dalam tetestetes khayal surga dari ujung bibirnya..biar aku mencintainya.." ujarmu dalam senyap senandung lirih penderitaan yang manis.
Benar-benar tolol!
Aku tak bisa mendengarmu dan hampa itu berkeping di gerimis sepi yang bertampiaskan. Membercak gulana sekap oleh runai kenang membelit atmosfir dalam genang payau tetumbuhan.
Dan selagi aku bergerutu malas,
Kau tertidur dalam desah terakhir dibawah sabit. Labirin senyar nafasmu kian asing ketika jendela itu kedap.
Kau biarkan dirinya hisap habis udara dari dadamu dengan rayuan khayalkhayal surga.
Aku diam. Di sudut tembok memana senyum lugas di wajahmu yang damai.
Sekeping tetes airmata jatuh tak terdengar disamping jasadmu yang bermandi dusta.