" A friend is someone who knows the songs in your heart, and can sing it back to you when you have forgotten the words." - sent by
Donna Roberts.
ketika bujangan urban bercinta dengan tembok jakartaternyata ada juga waktu nafas nafas mereka yang lalu lalang masih berarti
melintas arus kota lewat tembok yang kerap jadi alas ukiran seniman seniman jalanan
detak jantung mereka tidak berhenti bernyanyi dengan bunyi klason mobil dan mesin kendaraan yang menerus.. tak pernah berhenti
mereka tidak perduli
lampu mobil berterbangan diterjemah kunang kunang
indah
sesak
hampa
malam ini bingar tidak lagi terdengar
tuk sesaat detikku milik sahabat
melabuh sejenak dalam mimpi bujangan
dan tembok jakarta
Nafas ibukota kembang kempis oleh kemarau.
Aku hanya duduk diam disini, jengah menatap tarian lampu-lampu jalan
dalam terjemahan wajah-wajah dosa yang mengerang, pekik membisu.
Diluar boleh ramai, tapi aku punya kau. Dan kau kerak damaiku.
Ksatria pelindungku dari hujaman hujan, siraman beling pecah dan air mata.
Seperti dalam lukisan.
Seperti dalam bayangan.
kunang-kunang mengapung
membakar awan, menggantung
menggelisah rundung requiem di kejauhan yang merapat jelang, karam, lenyap, tetapi tak jengah setia menetes-netes indah.
Alun desah suara rendahmu menyelisip halaman-halaman waktu dan aku kembali bersembunyi dalam puisi pusar manik kuarsa, menghujan asin di gelas teh hangat malam
Eternity in an HourTo see a World in a grain of sand,
And a Heaven in a wild flower,
Hold Infinity in the palm of your hand,
And Eternity in an hour....
Has left the brain that won't believe.
The owl that calls upon the night
Speaks the unbeliever's fright....
Joy and woe are woven fine,
A clothing for the soul divine;
Under every grief and pine
Runs a joy with silken twine....
Every tear from every eye
Becomes a babe in Eternity....
The bleat, the bark, bellow, and roar
Are waves that beat on Heaven's shore....
He who doubts from what he sees
Will ne'er believe, do what you please.
If the Sun and Moon should doubt,
They'd immediately go out....
God appears, and God is Light,
To those poor souls who dwell in Night;
But does a Human Form display
To those who dwell in realms of Day.
Penyair dalam diri meruntas rantai
Tahu sekali lepas 'kan turut hancur
Pisau ditikam ke hulu mati
Bukan untuk membela diri--telah lulur
ConditionKami telah berharap dengan kehangatan tunas
di musim hujan, dan bila kami kecewa seperti
anak, tidak seorang pun karena kebohongan lagi, hanya
karena ketidakamanan kata, perumus ingin
berhubungan dalam balutan pengertian. Juga
perpisahan tiada lagi menyedihkan sejak mati
sendiri tak mematikan rindu, ya, rindulah napas
yang menguap dari segala yang kami belai atau
hancurkan, sejak kami melepaskan hak merasa
asing di pembuangan, sejak pembuangan itu saja
Yang merasakan raut senja dan fajar benda yang
dilupakan dan memberati diri ...
-Sitor Situmorang