Dalam Matanyaaku ingin dilamar
entah berapa bulan terjatuh pecah di jendela
kedap diam
kuraih dagu dia yang menjadi tambatan jiwa
aku kenal senyum itu
masih terasa lelehan kecup dari ujung bibirnya
segala angkar jiwa berpusar pada butir-butir napas
nya
n*** Ada duri di tempat tidurku
Tiap pagi pungguku luka
Gerogoti hati tak terjaga,
Ia hidup dari air mataku
Malam ganti siang bersanding
Luka masih segar,
Namun nyawa?
Serpih berdarah telusuri
Bunganya
Telanjang disayang di pangkuan ayah
Tepis harap sebutirku luluh
Napas terakhir sudah dihisap