"There are things you hide from, I can tell"
"Only the things I do not understand... yet. But I have faith. Faith that no matter what happens when the time comes, we would both know what to do."
"Are you sure we would make it?"
"... I'm sure that if we don't try, we will fail."
"..I'm afraid."
"Fear is the mind killer."
"I would face my fear."
"..and I would let it past through me."
Aku mabuk, lalu menjadi bidadari.
Aku tidak perduli.
-Nyla
Fait AccompliMy dear, love and hurt comes in one form. You cannot choose one and ignore the other.
-
once upon a text message
Good night, good night!
parting is suchsweet sorrow,
That I shall say good night till it be morrow.
Sleep dwell upon thine eyes, peace in thy breast!
Would I were sleep and peace, so sweet to rest!
Hence will I to my ghostly father's cell,
His help to crave, and my dear hap to tell.
-
Romeo & Juliet, act 2 scene 2. From a friend
Time was my friend today. He asked me how I was doing lately, he even asked if he healed my scars the last time.
"Yes, ofcourse," then his eyes beamed.
"And those?"
Some scars dont heal, but it craft my beauty. He smiled, and I reside in his glow.
DiaDia kembali. Sebenarnya dia tak pernah pergi terlalu jauh. Hanya saja aku yang buta dan mati rasa akan kehadirannya, bersembunyi seperti kura-kura bodoh di balik kamarkamarku yang paling dalam.
Tapi sekarang terlanjur batas, bening jarak merancu lugu antara dia dan aku. Kami lengkap meski tak pernah utuh.
Kekasih, semoga kau berdua penuh dalam aku tiada.
Tenun JalaKau pasti tidak mengerti, sayangku. Bagaimana aku berbicara tentang padang bunga dan gurun pasir, nikmat embun di langitlangit atau candaku pada awan hujan. Ukiran bisik bergeser rajut dalam tenun jala labalaba abu, Akupun percaya akhirnya jarak itu benar-benar terlipat dan kita pulang ke kamar masing-masing.
Kau pasti tidak mengerti, sayangku. Bahasaku menggetah kisah kita hari ini. Dan aku kembali, berbagi malam dengan puisi.
Satu nafas.. dua kematian
Satu ingin.. dua kehampaan
Satu janji.. dua kesetiaan
Bikan Gemerincing gelang kaki tarian bidadari meyayat udara perlahan, mengurai dongeng tentang kita pada seribu gelap terang milik bumi dan matahari. Diamku yang lelah menampung segala angkuh dan dingin atas nama martabat.
Mencari celah pada rangkaian tangkai bunga padi dan patahan nafas yang tersumbat ranum ujung bibirmu seraya mengimla lirih. Perih disimpan kedua jiwa kita yang berpapasan tanpa sepatah apapun kata.
Disini terkulai sayapsayap malaikat yang terbata mengulum wangi adamu.