Wanita tidak seharusnya kuat
melainkan bersandar dalam peluk laki-laki
Wanita tidak seharusnya pintar
karena akan membuat mereka lupa pada kodrat
Wanita tidak seharusnya mengejar cinta
takdir mereka hanyalah menunggu
Jika aku memilih untuk sendiri
artinya aku kurang berharga
Jika aku dicampakkan
aku harus memaklumi
Jika aku dilecehkan
itu karena salahku semata
Ajari aku merendahkan derajatku
Ajari aku menuhulkan kelebihanku
Ajari aku menafikkan arti diriku
Bukankah itu yang selama ini mereka tanamkan?
- Defanie Arianti
Sepi dekap aku lebih dalam
biar sunyi leburkan diri
bersama hampa yang menghampiri
Luka peluk aku lebih erat
biar hati kian menganga
dan dingin 'kan bekukan jiwa
Menangislah untukku
Karena aku tak lagi mampu
Tak ada air mata untuk nirwana yang kutinggalkan
tidak juga bagi pecinta-pecinta yang mereka banggakan
Biarkan aku tenggelam dalam kenyamanan kelam............
-Defanie Arianti
Daydream delusion
Limousine eyelash
Oh baby with your pretty face
Drop a tear in my wine glass
Look at those big eyes
See what you mean to me
Sweet cakes and milkshakes
I am a delusion angel
I am a fantasy parade
I want you to know what I think
Don't want you to guess anymore
You have no idea where I came from
We have no idea where we're going
Lodged in life like branches in the river
Flowing downstream caught in the current
I carry you, you'll carry me
That's how it's should be
Don't you know me?
Don't you know me by now?
-David Jewell
Tujuh ratus tujuh puluh tujuh titik nol
Meremang lepas segala hangat ke dalam
Jurang laut sebelum padamnya membuatku terjaga, meraba,
Dalam tetes-tetes raksa
Langkah yang kuayun menyejukan namun tak terelakan
Memercik dingin seperti ingatan pertama
keinginan diri yang memegah sendiri semegah segala
Hingga pecah ujung ngarai terjun deras air menghujani pecah bebatuan sadar. Lemah merintik seperti gerimis, kepada kasih yang buyar itu tersusun lagi.
Aku menari dalam sajadah paling suci
Menempuh kecemasan dan rahasia
Mengapung diatas bait-bait senja
Dan doa-doa ambara padang es dan sabana
Jarak, mimpi dan kenangan
Dua baris pesan, serberkas senyum
Dan bentangan jalan samar burujung nisan putih.
Wajahnya
Tersipu bagai desir angin menggoda
Jalanan memutih, sepeti ujung mata. Menyelinapi marka-marka.
Aku mencintainya. Mencintai rambut ikalnya. Mencintai suaranya. Mencintai gelak tawa dan sorot matanya yang begitu tegas dan lihai menyusupi otak kiriku dan segera aku banting stir ke kanan.
Sia-sia.
Ada satu celah
Menganga di setiap rentang tengah malam
Hanya bisa ditemukan olehnya yang memandang diluar keabadian
faith sees the invisible, believes the incredible and
recieves the impossible.
-Edena
I love you each day, Even when I dont take the time to tell you.