The reasonable man adapts himself to the world.
The unreasonable man fights to make the world adapt to him.
That's why sometimes our progress depends on the unreasonable one.
Aku hanya ingin mengurai wajahmu
yang selalu cemas ketika langit
menuang malamnya di telapak tanganku
Lalu bayang kita berpapasan pada
tangkai-tangkai bunga padi dan selisip
rindu menilikung dalam rongga dada
Aku mencintaimu..
Hanya sampai pagi
Aku tidak banyak berharap pada seorang pemain cinta.
Jakarta sudah penuh sesak oleh mereka,
bertambah satu agas lagi apa bedanya?
Dia membisikan mimpi dan mengajak ku bermain
dalam pusaran ombak yang tak ada habis-habisnya.
Menggenggam tanganku, membakar mataku.