Mantra "aku tak kan letih memburumu"
bila patah pun seluruh langkah
hingga lepas juga segenap napas
"aku pasti sampai ke gerbangmu"
mesti jalan merebat, sebak
walau waktu merakut, sesat
"akulah kalandar menadah julang kastilmu"
memungut maki muakmu
menjadi mantra: memuja-mujamu.
-Agus Manaji, 2004