Narasi ChandikaHanya butuh sekilas tengadah dan aku langsung menemukanmu.
Tubuhku ingat hangat hadirmu, senyum merebak tanpa izin seraya kau mendekat.
Kita duduk di café terdekat sekadarnya, bersenda gurau selepasnya, pelayan mendekat mengantar pesanan yang sama; sepotong cheesecake dan aqua dingin.
Aku tak mengira aku bisa sangat menikmati sepotong kue seperti ini. Apa mungkin karena kau? Celotehmu begitu ringan dan gembira berbagi keping-keping perjalanan yang jadi bagian dirimu yang utuh. Sesaat kejap dunia berlalu diluar aku dan kamu, silih berganti menukar detik demi detik.
Namun jangan ambil detikku.. jangan yang ini..Biar aku menyimpannya.
Kadang ku tenggelam bersama alun suaramu meski penjara tetap sembunyi di balik tata krama dan batas moral, enggan akui hanyut arus garis resonansi tatapmu.
Riak gelombang tetas mendesir berulang kali bergaung sama; Rindu.
Disekitarmu kata-kataku berubah puisi. gelisahku jadi senandung dewa. Catatan seuntai mimpi telah tumpah nyenyak doa yang tak kasat mata.
Nada-nada hadirmu sejalan aksara. Selaput beku dini hari meleleh di dapur-dapur dada yang mengepul.
Bolehkah aku diam-diam kagum padamu? Jika kuberjanji tak kan menyentuhmu, bolehkah kubalut rahasia-rahasia semesta pada tepi kulit arimu?
Ada sekelebat kebanggaan yang membuatku terlalu angkuh untuk mengakui lututku yang lemas di arus pusaran adamu. Pengakuanku diam-diam menjarah sadarku dan hanya kamu yang tidak akan mentertawakan cinta.
Aku pernah tak ingin dewasa. Ketika itu yang kutuduhkan sebagai jawab alasan segala kebodohan dan lemahku.
Sekejap mata akhirnya berlalu dan hari kita mesti berakhir seperti tak perduli sangkalanku. Aku pernah kehilangan cinta.Rapuhku tak mampu lagi kehilangan sahabat. Hari ini, tata krama jadi musuhku.
Sosokmu menjauh seraya kau berbalik pergi. Airmataku sudah menguap sebelum sempat menetes dibalik sejuta topeng kemapanan.
lalu aku masih saja terjaga
menghirup bara disonansi dengungmu
di sudut keterasingan yang bukan aku
Selamat jalan, sahabat. Ya kutahu kita pasti berjumpa lagi, mungkin diatas sepotong cheesecake dan aqua dingin..? disuatu saat narasi chandika berakhir.