Bikan Gemerincing gelang kaki tarian bidadari meyayat udara perlahan, mengurai dongeng tentang kita pada seribu gelap terang milik bumi dan matahari. Diamku yang lelah menampung segala angkuh dan dingin atas nama martabat.
Mencari celah pada rangkaian tangkai bunga padi dan patahan nafas yang tersumbat ranum ujung bibirmu seraya mengimla lirih. Perih disimpan kedua jiwa kita yang berpapasan tanpa sepatah apapun kata.
Disini terkulai sayapsayap malaikat yang terbata mengulum wangi adamu.