ketika bujangan urban bercinta dengan tembok jakartaternyata ada juga waktu nafas nafas mereka yang lalu lalang masih berarti
melintas arus kota lewat tembok yang kerap jadi alas ukiran seniman seniman jalanan
detak jantung mereka tidak berhenti bernyanyi dengan bunyi klason mobil dan mesin kendaraan yang menerus.. tak pernah berhenti
mereka tidak perduli
lampu mobil berterbangan diterjemah kunang kunang
indah
sesak
hampa
malam ini bingar tidak lagi terdengar
tuk sesaat detikku milik sahabat
melabuh sejenak dalam mimpi bujangan
dan tembok jakarta