Nafas ibukota kembang kempis oleh kemarau.
Aku hanya duduk diam disini, jengah menatap tarian lampu-lampu jalan
dalam terjemahan wajah-wajah dosa yang mengerang, pekik membisu.
Diluar boleh ramai, tapi aku punya kau. Dan kau kerak damaiku.
Ksatria pelindungku dari hujaman hujan, siraman beling pecah dan air mata.
Seperti dalam lukisan.
Seperti dalam bayangan.