Dari sumur gelap aku tergali
menggenang
hadir dalam padam nyala segenap kamu
lewat kata-kata
lewat perumpama
Tanggal-tanggal terlewat
dan aku
masih menunggu balasan surat cinta dari balik pilar terapung
terus saja siang dan malam
hingga takar meleleh dalam nafsu dan angka
abang
sihterlalu sibuk mengakui hidup
padahal hati sudah menggesek rindu
sampai kulit ari tinggal debu
Tapi abang.. kau tahu tidak
kutulis senyummu sebagai warna yang hilang
improvisasiku untuk sisa hujan
melengkapi serpihan sketsa
dari bulan-bulanku begerhana